Dinkes Boalemo Gelar FGD Penanganan dan Pencegahan Stunting

IMG-20190730-WA0031.jpg

Acara dibuka oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Boalemo, Sukardi Djakatara, SKM., M. Kes., Senin(29/07/2019) di Aula Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Boalemo

Kabupaten Boalemo, Dinkesprov – Dinas Kesehatan Kabupaten Boalemo menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) untuk tujuh kecamatan yang ada di Kabupaten Boalemo. Kegiatan ini dalam rangka penanganan dan pencegahan stunting di Kabupaten Boalemo.

Di laksanakan secara bergilir untuk setiap kecamatan selama 7 hari, dan kemarin di awali oleh kecamatan Botumoito, (29/07/2019) dipusatkan di Aula Meeting Room Dinkes Kabupaten Boalemo.

Acara dibuka oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Boalemo Sukardi Djakatara, SKM, M. Kes, menurutnya permasalahan stunting di Kabupaten Boalemo di pengaruhi oleh banyak faktor, sehingga untuk penanganan stunting perlunya keterlibatan dari lintas sektor terkait.

“Keterlibatan lintas sektor sangat penting karena bidang kesehatan tidak akan mampu menuntaskan masalah tersebut” kata Sukardi.

Sukardi juga berharap, keterlibatan lintas sektor tidak hanya pada pertemuan-pertemuan seremonial saja akan tetapi bersama-sama merencanakan sampai dengan intervensi dilapangan serta evaluasi pelaksanaan kegiatan.

Pada kegiatan ini turut hadir Lintas sektor Dinas Sosial yang di wakili oleh Kabid Pemberdayaan Masyarakat Desa Ramsis Bokings, beliau mengungkapkan dalam efesiensi penggunaan anggaran dalam penanganan stunting perlunya data yang valid dalam melakukan intervensi.

Unsur yang di undang pada kegiatan ini yakni Camat, dan Perangkat Kecamatan,dan seluruh Kepala Desa, Ketua Tim Penggerak PKK Desa, Kaur Pembangunan se Kecamatan Botumoito dan Tenaga Pendamping Profesional Kecamatan.

Untuk kecematan Botumoito, ada 9 (sembilan) desa, di mana 2 (dua) desa yakni Bolihutuo dan Hutamonu merupakan desa intervensi stunting 2019, dan 3 desa yakni desa Rumbia, Tutulo, Patoameme, merupakan fokus prioritas pada tahun 2020.

Pada pertemuan ini dilakukan presentasi data yang mempengaruhi kejadian stunting di desa dari segi kesehatan, dan menghasilkan rekomendasi yaitu Kesadaran Persamaan presepsi pencegahan Stunting, melaksanakan kegiatan apa yang harus dikerjakan perihal Stunting.

Selain itu, melakukan pelaporan dan evaluasi pelaksanaan Stunting, puskesmas membuat daftar bahan makanan untuk intrevensi stunting dan ibu hamil sekaligus 1 (satu) menu (cara membuat menu) dan Puskesmas menyerahkan data stunting dan ibu hamil pada setiap desa di wiliyah puskesmas Botumoito serta rekomendasi terakhir adalah melakukan pelatihan stunting terhadap dasawisma setiap desa.

Rilis : Jufri & Jacob
Editor : Nancy Pembengo & MD

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

twelve − 9 =

scroll to top
X