Rembuk Stunting, Nelson Pastikan Stunting Masuk Renstra dan Renja OPD

IMG-20190730-WA0007.jpg

Bupati Kabupaten Gorontalo Nelson Pomalingo (batik hitam) didampingi ibu dan Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat dr. Rosina Kiu (jilbab kuning) saat menghadiri rembuk Stunting, Selasa Selasa (30/07/2019)di Grand Dinar Hall Limboto

Kabupaten Gorontalo, Dinkesprov – Kabupaten Gorontalo melaksanakan Rembuk Stunting dengan tema Bersama Berkarya Menangani Stunting. Acara dibuka oleh Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo, Selasa (29/07/2019) di Grand Dinar Hall Limboto.

Bupati Nelson memastikan bahwa kegiatan dan anggaran penanganan Stunting di OPD terkait benar-benar berbasis keluarga stunting.

Lanjut Nelson, pada sambutanya beliau menyampaikan bahwa kepada seluruh OPD memastikan bahwa kegiatan Penanganan Stunting masuk pada Rencana Strategis (Renstra) dan Rencana Kerja (Renja) OPD.

Rembuk stunting ini bertujuan untuk mendikusikan strategi percepatan penurunan Stunting, meningkatkan komitmen dari semua unsur masyarakat dalam penanganan Stunting dan terwujudnya penanganan stunting secara Holistic, Integratif dan Tematik.

Rembuk Stunting dikemas dalam bentuk Talk Show

Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Pengendalian Penduduk dan KB dr. Rosina Kiu yang mewakili Plt Kadinkes Provinsi Gorontalo memberikan apresiasi atas pelaksanaan rembuk Stunting ini.

Rembuk Stunting merupakan langkah penting yang harus dilakukan pemerintah Kabupaten/Kota untuk memastikan pelaksanaan rencana kegiatan intervensi pencegahan dan penurunan Stunting dilakukan secara bersama-sama antara OPD penanggung jawab layanan dengan sektor/lembaga non-pemerintah dan masyarakat.

Menurut dr. Rosina, dukungan pimpinan daerah diharapkan dapat mempercepat penurunan Stunting di daerah, dengan kolaborasi lintas sektor terkait secara konvergen dimana
intervensi dilakukan secara terkoordinir, terpadu, dan bersama-sama pada target sasaran wilayah geografis dan rumah tangga prioritas untuk
mencegah stunting.

“Kami mendukung langkah-langkah bersama yang dilakukan oleh Kabupaten Gorontalo dalam penurunan Stunting karena ini merupakan isu nasional” kata dr. Rosina.

Adapun dalam penanganan Stunting terdapat delapan aksi integrasi yaitu analisis situasi, rencana kegiatan, Rembuk Stunting, penyusunan peraturan Walikota/Bupati tentang peran desa, pembinaan KPM, sistem manajemen data, Pengukuran dan publikasi Stunting dan reviu kinerja tahunan.

Kegiatan ini, menghadirkan 600 orang peserta yang berasal dari kepala desa/Kelurahan se Kabupaten Gorontalo, Takmirul Masjid Jami desa, timm G-GAS Kecamatan yaitu Danramil, Kapolsek, KUA dan Camat. Juga Tim Penggerak PKK dan Pokja Stunting dari masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Acara Rembuk dikemas dalam bentuk Talk Show dengan narasumber berasal dari Bappeda, Dinas Kesehatan, BPM Pemdes, Tim Penggerak PKK dan Tim Ahli Pendamping Desa.

Rilis : Vovon & MD
Editor : Nancy Pembengo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

18 − three =

scroll to top
X